Geger! Warga Temukan Mayat Pria di Saluran Irigasi Polman, Piket URC Reskrim Datangi TKP

POLEWALI MANDAR — Warga Dusun Bodang-Bodang, Desa Kurma, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di saluran irigasi persawahan, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 22.30 WITA.

Korban diketahui bernama Risman (34), warga Dusun Manye-Manye, Desa Kurma, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar.

Mendapat informasi tersebut, piket gabungan Polres Polewali Mandar bersama personel Polsek Wonomulyo langsung mendatangi lokasi kejadian. Tim dipimpin Kasat Reskrim Polres Polman AKP Budi Adi, S.H., S.Sos., M.H., didampingi Kapolsek Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna, S.I.K.

Petugas kemudian melakukan pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), pendataan serta pengumpulan bahan keterangan dari sejumlah saksi.

Berdasarkan keterangan saksi Fuad, dirinya sekitar pukul 22.30 WITA berada di depan rumah yang lokasinya berdekatan dengan saluran irigasi persawahan. Saat itu, ia melihat sesosok mayat tersangkut di bawah jembatan dalam posisi tengkurap.

Fuad kemudian memanggil Kepala Dusun Bodang-Bodang dan Kepala Dusun Manye-Manye. Selanjutnya, mayat tersebut dievakuasi oleh Kepala Dusun Manye-Manye bernama Mansur.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak mengenakan pakaian. Petugas juga menemukan adanya luka pada bagian rusuk atau dada korban.

Keterangan lain diperoleh dari saksi Sabri yang mengaku sekitar pukul 17.30 WITA berada di sekitar lokasi ditemukannya pakaian dan sandal korban. Namun, saat berada di lokasi tersebut, saksi mengaku tidak melihat korban maupun pakaian dan sandal tersebut.

Sementara saksi Irfan menerangkan bahwa sekitar pukul 01.00 WITA dirinya sempat bertemu korban di Dusun Kambe, Desa Rappang, Kecamatan Tapango. Saat itu, saksi memberikan kue kepada korban dan menyuruhnya pulang ke rumah.

Saksi lainnya, Darno, mengaku pada sekitar pukul 20.30 hingga 22.00 WITA sedang mencari ikan di saluran irigasi tempat korban ditemukan. Ia menyusuri saluran mulai dari arah Kantor Desa Kurma hingga ke induk saluran irigasi di wilayah Pintu Lima.

Namun, saat menyusuri saluran tersebut, Darno mengaku tidak menemukan keberadaan korban. Menurut keterangannya, kedalaman air di saluran saat itu berkisar 30 hingga 40 sentimeter.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban, yakni satu lembar kaos warna putih, satu lembar celana warna hijau dan satu pasang sandal jepit warna hitam.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Hadji Andi Depu (RSUD HAD) Polewali untuk menjalani pemeriksaan dan visum luar.

Hasil pemeriksaan sementara oleh dokter umum Mutia Salsabilah Tahira menemukan adanya luka robek pada bagian toraks atau dada dengan ukuran sekitar 13,5 x 6 sentimeter dan kedalaman 2,5 sentimeter.

Selain itu, ditemukan pula luka memar pada bagian paha kiri dengan ukuran sekitar 11 x 3,5 sentimeter dan 2,5 x 1,3 sentimeter.

Polisi masih mendalami penyebab pasti kematian korban. Dugaan sementara, korban kemungkinan meninggal akibat tenggelam saat berada di saluran irigasi. Dugaan tersebut masih harus dipastikan melalui pemeriksaan medis lebih lanjut.

Pakaian korban diketahui ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi penemuan jenazah. Sementara luka terbuka pada bagian dada untuk sementara diduga dapat berkaitan dengan benturan atau terkena bagian pintu saluran irigasi.

Untuk memastikan penyebab kematian dan kondisi luka korban, pihak RSUD HAD Polewali akan melakukan pemeriksaan CT Scan.

Pihak keluarga juga memberikan keterangan bahwa korban sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit jiwa dan baru sekitar 10 hari keluar dari rumah sakit. Keluarga menyebut korban kerap keluar rumah tanpa sepengetahuan mereka, namun selama ini tidak pernah mengganggu orang lain maupun terlibat konflik.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan saksi, barang bukti serta hasil pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian Risman.

Polisi belum menyimpulkan adanya tindak pidana dalam kasus tersebut dan masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *