SPBU Diharap Prioritaskan Kendaraan Tanggap Darurat

MAJENE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Rangas maupun Lembang.

Kelangkaan ini berdampak langsung pada kendaraan operasional dan armada tanggap darurat BPBD Majene.

Kepala Pelaksana BPBD Majene, Suardi, S.Ag,M.Pd mengatakan, antrean panjang di SPBU membuat mobil rescue, truk tangki air, dan kendaraan patroli BPBD terhambat.

“Logistik harusnya sudah kami salurkan ke kecamatan terdampak kekeringan dan termasuk penyaluran air bersih. Tapi 2 unit mobil kami sudah tidak mendapatkan pasokan BBM di SPBU. Ini sangat mengganggu penanganan bencana,” ujar Kalaksa BPBD Majene.

Ia menambahkan, BPBD Majene memiliki beberapa unit kendaraan operasional yang membutuhkan BBM solar dan pertalite setiap hari. Dengan kondisi saat ini.

Menanggapi hal itu, BPBD Majene meminta kepada Pertamina dan pengelola SPBU di Majene agar memberikan jalur prioritas bagi kendaraan instansi penanggulangan bencana.

“Kami sudah bersurat ke Pertamina. Saat darurat, kendaraan BPBD, ambulans, dan pemadam harus diprioritaskan. Ini menyangkut keselamatan warga,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *