MAJENE – Pantang mundur sebelum padam“ adalah semangat juang yang melekat pada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) saat menaklukkan si jago merah.
Petugas damkar tidak akan menyerah di tengah jalan, karena merupakan tugas dan tanggung jawab. Tugas baru selesai setelah api benar-benar hilang.
Pantang mundur sebelum padam bagi petugas damkar Kabupaten Majene. “Hari ini, ada dua lokasi kebakaran kebakaran yang melanda kebun bambu milik warga Dusun Pamboqborang Selatan, Desa Pamboqborang, Kecamatan Banggae, sekitar sekitar pukul 08.00 Wita, dan lokasi perkebunan di Lingkungan Salabose Kelurahan Pangaliali,” sebut seorang petugas damkar Majene, Kamis (03/09/2026).
Di lokasi Dusun Pamboborang, api pertama kali terlihat sekitar pukul 08.00 wita dari warga setempat. Diduga api berasal dari pembakaran sampah yang merembet ke rumpun bambu kering.
Komandan Regu 3 Damkar BPBD Majene Suarno menjelaskan, pihaknya menerima laporan warga dan langsung menerjunkan mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
“Medannya agak sulit karena berada di lereng dan banyak bambu kering. Tapi Alhamdulillah dalam waktu sekitar 45 menit api berhasil kami jinakkan agar tidak merembet ke rumah warga,” ujarnya..
Ia memperkirakan luas area yang terbakar mencapai kurang lebih satu hektare. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. “Warga bersama petugas melakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam,” jelasnya.
Selanjutnya, kebakaran dilokasi Lingkungan Salabose, api membesar sekitar pukul 06.00 wita, dan berhasil dipadamkan petugas damkar pada pukul 07.30 wita.
Kabid Damkar, A.Iwan mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak melakukan pembakaran lahan saat musim kemarau. “Bambu kering sangat cepat terbakar. Satu puntung bisa habiskan ratusan hektaran kebun,” pesannya. (adv)












