OPINI  

Kenikmatan Iftar Ramadhan

Oleh: Jajat Munadjat

Iftar adalah berbuka puasa dan lazimnya dilaksanakan bersama-sama atau buka bersama (bukber) disaat bulan Ramadhan bareng dengan keluarga di rumah, teman dan kerabat di kantor atau di hotel dan restoran, ataupun di Mesjid dengan jama’ah;

Hal seperti ini sering kita saksikan dan rasakan, bahkan boleh jadi kita juga termasuk di dalam perhelatan yang semarak itu, dengan suasana kebersamaan yang tinggi dan merekat, penuh rasa kebahagiaan dan keceriaan;

Di negara kita Indonesia cukup variatif penganan atau takjil yang disiapkan di rumah, mushollah, mesjid, dan ada pula yang dibagikan secara gratis ditempat umum dengan paket tertentu dalam kemasan yang disiapkan baik oleh perorangan maupun yang terorganisir;

Berbuka puasa bersama di Mesjid dan Mushollah cukup marak dan menjadi tradisi yang membudaya ditengah-tengah masyarakat kita hingga ke pelosok desa dan wilayah kota di seluruh Indonesia; Dan yang cukup menarik perhatian bahkan sempat viral akhir-akhir ini adalah penyiapan iftar yang dilakukan oleh pengurus Mesjid Jogokariyan Yogyakarta, tidak tanggung-tanggung dalam sehari disiapkan paket takjil dan makanan untuk buka puasa sebanyak 3500 sampai dengan 5000 paket, dengan melibatkan 700 hingga 1000 orang tenaga sukarela untuk membantu penyiapan berbuka puasa tersebut, masak-memasakpun didukung oleh sejumlah ibu-ibu jama’ah mesjid dan emak-emak atau ratusan ibu rumahtangga yang ada disekitar mesjid, dan setiap tahunnya pihak panitia menganggarkan dana sebesar Rp. 1,5 Milyar selama sebulan penuh, rupanya tradisi yang marak di mesjid ini sudah berlangsung sejak 22 tahun yang lalu dan volumenya meningkat terus dari tahun ke tahun ;

Perfonmance yang tampil di Mesjid Jogokariyan daerah Yogyakarta tersebut adalah bentuk kemandirian manajemen pengurus/panitia mesjid dengan tingginya semangat gotongroyong dan kebersamaan; Sementara di kota Jakarta khususnya di Mesjid Istiqlal, manajemen pengelolaannya lebih formal dan terstruktur, penyajian Iftarpun dalam volume dan skala yang lebih gede’, setiap harinya panitia menyiapkan 4000 sampai dengan 7500 box untuk bukber jama’ah di bulan ramadhan, tentu ada box makanan dan botol air mineral plus paket kurma;

Hal yang serupa untuk bukber juga terjadi dibeberapa tempat di Indonesia dengan skala yang berbeda, begitupun dinegara tetangga seperti Brunei, Malaysia, demikian pula dibeberapa provinsi di negara China bagian selatan, negara-negara Hindustan, Afrika bagian utara, apalagi di Timur Tengah, Turki, bahkan Perancis dan Inggeris, serta disejumlah negara lainnya;

Fakta itulah yang biasa kita lihat dan saksikan melalui berbagai media tentang kesemarakan, kegembiraan, antusias, corak budaya, dan kebiasaan buka bersama diberbagai pelosok tanah air, di daerah dan kota, hingga di negara muslim atau yang berpenduduk muslim pada berbagai negara diseantero dunia;

Nah, bagaimana dengan kenikmatan Iftar Ramadhan? Bukankah kita sedang berpuasa sejak imsak hingga masuk waktu maghrib? Selama itu kita sedang menahan nafsu, makan, minum selama seharian penuh, maka ketika tiba saatnya Iftar (buka puasa) dan disaat itulah dirasakan salahsatu kenikmatan dunia yang luar biasa, Syukur Alhamdulillah;

Hal ini telah disabdakan oleh Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam, bahwa ada dua kenikmatan yang diberikan oleh Allah Subhana WaTa’ala kepada hamba-Nya yang berpuasa (shaum) yakni di dunia ketika iftar (berbuka) dan di Syurga saat berjumpa Sang Khalik Allah Azza Wajallah; Subhanallah;

Makassar, Maret 2026

Jajat MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *