DEPOK – Polres Metro Depok bersama Pemerintah Kota Depok dan unsur TNI memperkuat sinergi dalam mencegah tawuran pelajar, balap liar hingga aksi unjuk rasa (unras) anarkis yang dapat mengganggu ketertiban umum di wilayah Kota Depok.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Antisipasi Tawuran, Balap Liar dan Demo Anarkis dalam rangka Implementasi Jaga Jakarta+, yang digelar Kamis (3/9/2026) mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai di Aula Lantai 10 Gedung Baleka 2, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Metro Depok Kombes Pol Dr. Christian Rony Putra, S.I.K., M.H., Wali Kota Depok Dr. H. Supian Suri, M.M., Dandim 0508 Kota Depok, Wakapolres Metro Depok AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si., serta jajaran pejabat Polres Metro Depok dan Pemerintah Kota Depok.
Turut hadir sebanyak 223 kepala sekolah, terdiri dari 113 kepala sekolah SMA, 73 kepala sekolah SMK, serta 37 kepala sekolah MA dan sekolah umum.
Dalam sambutannya, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Dr. Christian Rony Putra menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah yang hadir. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi kepolisian bersama pemerintah daerah untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pelajar dalam menjalankan aktivitas pendidikan.
“Dalam penyampaian pendapat dan aksi unras memang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan. Namun, bagi kalangan pelajar belum saatnya melakukan kegiatan tersebut, terlebih jika berujung pada tindakan anarkis,” tegasnya.
Kapolres menekankan bahwa persoalan kenakalan remaja, tawuran dan berbagai gangguan keamanan yang melibatkan pelajar tidak dapat ditangani oleh kepolisian seorang diri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari sekolah, orang tua, pemerintah daerah hingga masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Depok Dr. H. Supian Suri menegaskan bahwa tawuran pelajar maupun keterlibatan siswa dalam unjuk rasa anarkis tidak semestinya terjadi.
Pemkot Depok, kata dia, terus menyiapkan berbagai program positif untuk membuka peluang masa depan bagi para pelajar. Salah satunya melalui kerja sama dengan 25 perguruan tinggi nasional untuk memfasilitasi program beasiswa bagi 200 pelajar SMA, SMK dan MA yang berprestasi.
Selain pendidikan tinggi, Pemkot Depok juga menjalin kerja sama dengan LPK Koba untuk memberikan kesempatan kepada siswa SMK yang memiliki minat dan prestasi agar dapat memperoleh peluang bekerja di Jepang.
Langkah tersebut diharapkan menjadi alternatif positif bagi pelajar sehingga mereka dapat fokus mengembangkan prestasi, keterampilan dan masa depan, bukan terlibat dalam tawuran maupun kenakalan remaja.
Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan sejumlah target bersama, di antaranya memastikan tidak terjadi bullying di sekolah-sekolah wilayah hukum Kota Depok, menciptakan situasi yang aman dan nyaman, serta membangun program Bapak Asuh Pelajar yang dapat berjalan berdampingan dengan Guru Asuh di masing-masing sekolah.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan perhatian dan pendampingan terhadap siswa sekaligus memperkuat komunikasi antara kepolisian, sekolah, pemerintah dan pelajar.
Melalui sosialisasi ini, Polres Metro Depok bersama Pemkot Depok dan seluruh stakeholder berkomitmen meningkatkan kesadaran pelajar agar menjauhi tawuran, balap liar, aksi unras anarkis serta berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya.
Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif dan nyaman, sekaligus menjaga Kota Depok tetap aman bagi masyarakat.












