MAJENE, NBN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Majene terus memberikan perhatian pada Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
“Meski terdapat kendala terkait keterlambatan penyaluran Dana Alokasi Khusus dan Bantuan Operasional Kesehatan ke puskesmas, dan idealnya, PMT dimulai pada Januari, dan penyaluran PMT baru bisa disalurkan pada Juli. Ini menjadi salah satu kendala yang kami hadapi,” ungkap Yuliani, Rabu (04/06/2025).
Menghadapi tantangan, Yuliani menyampaikan harapan agar komitmen yang kuat dan kolaborasi yang luar biasa antara OPD dan lintas sektor terus dijaga. “Sangat penting pelaksanaan semua bentuk intervensi, baik yang berasal dari pemerintah pusat maupun daerah, dengan mengedepankan sinergitas. Dan jangan ada kata lelah untuk menuntaskan prevalensi stunting yang masih sangat tinggi di Majene,” sebutnya.
Ia juga mengingatkan, bahwa upaya penanganan stunting sangat penting untuk menciptakan generasi yang unggul, mandiri, dan hebat di masa depan. “Generasi inilah yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. “Untuk mendapatkan generasi yang unggul, tentu kita mengharapkan dari anak-anak yang akan nanti menjadi penerus daripada bangsa ini,” ulasnya.
Dengan komitmen dan kolaborasi yang berkelanjutan, Dinkes Majene optimis dapat menurunkan angka stunting dan mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. (adv)












