MAJENE, NBN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting di daerah ini.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Majene Hj Yuliani menuturkan, untuk menangani stunting di Majene perlu kolaborasi lintas sektor dengan melakukan pendekatan komprehensif, meliputi intervensi spesifik dan intervensi sensitif.
“Dinkes Majene fokus pada intervensi spesifik yang berorientasi pada tindakan nyata di lapangan. Kami fokus pada percepatan penurunan stunting dengan intervensi spesifik. Ini berarti kita langsung melakukan tindakan berdasarkan data yang ada,” terang Hj Yuliani, Jumat (25/05/2025).
Kendati belum ada data terbaru untuk 2025 yang menunjukkan perkembangan kasus stunting di Majene. “Upaya penanganan akan terus dilakukan secara bersama,” akunya.
Ia mengemukakan, penanganan stunting tidak bisa dilakukan hanya satu atau dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Stunting tidak bisa ditangani sendiri. Ada beberapa lintas sektor yang harus ikut berkolaborasi dalam kegiatan penanganan stunting,” tegasnya.
Untuk itu, kolaborasi lintas sektor akan memperkuat efektivitas intervensi Dinkes terhadap data-data terbaru yang tersedia. “Contohnya, penanganan anak yang terindikasi stunting, underweight (berat badan di bawah normal) dan remaja putri yang membutuhkan suplement zat besi (tablet tambah darah),” ulasanya.
“Kita harus memastikan bahwa tablet tambah darah yang diberikan kepada remaja putri benar-benar dikonsumsi. Ini yang harus terus kita pantau,” jelasnya.
Selain itu, Dinkes Majene juga memberikan perhatian pada Pemberian Makanan Tambahan (PMT). “Untuk hal yang satu ini, terdapat kendala terkait keterlambatan penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) ke puskesmas,” jelasnya. (adv)












